Happy Employees makes Happy Customers?

HPTI and GIA Indonesia Press ConferenceLearn more about your people with new Thomas...

Identifikasi Tingkat Engagement dalam perusahaan merupakan langkah pertama yang penting dalam menciptakan budaya Engagement.

Kita semua tahu bahwa pelanggan yang puas terhadap sebuah produk, sangat penting kehadirannya untuk meningkatkan profit perusahaan. Mereka dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan menyebarkan kata-kata positif, sehingga muncul reputasi yang baik dari sebuah perusahaan/organisasi.

Kevin Kruse dalam artikelnya berjudul “Employee Engagement: The Wonder Drug for Customer Satisfaction” mengatakan bahwa karyawan yang senang akan pekerjaannya, berkorelasi dengan pelanggan yang senang akan pelayanan sebuah perusahaan. Sebagai tambahan, salah satu hasil dari UK Independent Task Force 2011 adalah perusahaan yang memiliki tingkat Engagement tinggi memiliki tingkat kepuasan pelanggan lebih tinggi sebesar 12%.

Jadi apakah sekiranya penting untuk mengetahui tingkat Engagement karyawan di perusahaan Anda?

Thomas International memberikan penjelasan lebih mudah untuk membandingkan karyawan yang memiliki tingkat Engagement tinggi dan rendah, yaitu; Monday People dan Friday People.

Monday People adalah karyawan yang bangun di pagi hari dan tidak sabar untuk pergi ke kantor, menyelesaikan pekerjaan dengan baik, kemudian pulang ke rumah dengan rasa puas akan pencapaian, dan menunggu hari esok dengan penuh semangat. Friday People adalah karyawan yang pergi ke kantor dengan tidak semangat, menghindari bertemu atasan dan dalam perjalanan pulang ke rumah dengan penuh rasa cemas akan hari esok serta bermimpi untuk memiliki pekerjaan yang lebih baik.

Perbedaan mencolok antara Monday People dan Friday People terletak pada tingkatan Workplace Engagement yang mereka miliki – seberapa positif pemikiran mereka, apa yang mereka rasakan mengenai pekerjaannya dan dengan siapa mereka bekerja sama. Organisasi yang sukses pastilah harus mempekerjakan lebih banyak Monday people dibandingkan Friday people.

Jadi, jawaban dari pertanyaan di bagian atas adalah; Ya, amatlah penting untuk mengidentifikasi tingkat Engagement perusahaan. Thomas International menyediakan alat ukur untuk mengukur Workplace Engagement, yaitu Thomas Engage - survei online yang memungkinkan Anda untuk mengetahui tingkat Engagement organisasi dan juga menentukan tindakan apa yang diperlukan untuk peningkatan potensi dari karyawan yang memiliki tingkat Engagement tinggi.

Thomas Engage dirancang oleh Mark Slaski, berdasarkan penelitian akademis selama 5 tahun mengenai Workplace Engagement. Dengan didukung oleh teori-teori ilmiah mengenai psikologi kelompok, Engagement dapat dilihat dari 7 faktor pendorong terciptanya Workplace Engagement, yaitu: Voice, Together, Challenge, Freedom, Clarity, Recognition & Growth.

Thomas Engage dapat digunakan untuk mengidentifikasi: Area kekuatan dan keterbatasan; Perbandingan tingkat Engagement antara grup/segmen di dalam organisasi; Tingkat kesejahteraan perusahaan; Gaya manajemen yang digunakan dalam organisasi; Perubahan yang efektif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja di dalam perusahaan.

Setiap bagian dalam hasil laporan Thomas Engage dapat dianalisa lebih lanjut. Contohnya, divisi Produksi dan divisi customer service di perusahaan Anda memiliki tingkat Engagement yang rendah. Hal ini sangat berkaitan erat karena tim produksi yang memiliki tingkat Engagement rendah menghasilkan produk yang berkualitas rendah sehingga menimbulkan banyaknya keluhan dari pelanggan, yang dapat menurunkan antusiasme dan semangat dari tim customer service. Kondisi ini perlu cepat dikenali oleh manajemen dan ditangani dengan perlakuan yang cepat dan efektif.

Get a chance to try our Thomas Engage for FREE for 200 employees in your company, until 30 November 2016, limited to 20 companies.  Call us at 021-5746229 or email us at support@thomasinternational.co.id